Langsung ke konten utama

RESUME - Debby Aulia Saanty/19215015

EKSPOR

1. Definisi

Ekspor adalah penjualan barang ke luar negeri dengan menggunakan sistem pembayaran, kualitas, kuantitas dan syarat penjualan lainnya yang telah disetujui oleh pihak eksportir dan importir. Proses ekspor pada umumnya adalah tindakan untuk mengeluarkan barang atau komoditas dari dalam negeri untuk memasukannya ke negara lain. 

Ekspor barang secara besar umumnya membutuhkan campur tangan dari bea cukai di negara pengirim maupun penerima.

2. Manfaat Ekspor
  • Memperkuat pasar
  • Memperluas lapangan kerja
3. Faktor Pendorong Ekspor
  • Komoditas tradisional
  • Optimalisasi laba
  • Penelusuran pasar
  • Pemanfaatan kelebihan kapasitas
  • Export oriented product
  • Wisma dagang atau trading house
  • Komoditas berdaya saing tinggi
4. Cara Memulai Ekspor
  • Identifikasi pasar yang potensial 
  • Penyesuaian anatara kebutuhan pasar dengan kemampuan, SWOT analisis 
  • Melakukan pertemuan, dengan ekspor agen, dll 
  • Alokasi sumber daya
5. Dokumen Yang Harus Disiapkan
  • Faktur perdagangan (commercial invoice)
  • Letter of Credit (L/C)
  • Pemeberitahuan Ekspor Barang (PEB)
  • Bill of leading (B/L)
  • Polis asuransi
  • Packing  list
  • Certificate of Origine/ Surat Keterangan Asal
  • Surat Pernyataan Mutu
  • Wesel Ekspor
6. Prosedur Ekspor
  • Korespondensi, yaitu melaukan korespondensi dengan importir di luar negeri untuk menawarkan komoditas yang mau dijual
  • Pembuatan Kontrak Dagang, setelah importir setuju dengan semua kondisi yang ditawarkan oleh ekportir, kontrak dagang segera dibuat
  • Penerbitan Letter of Credit, importir membuka L/C melalui bank koresponden di negaranya dan mengirmkan  L/C tersebut ke bank devia yang ditunjuk eksportir di Indonesia
  • Mempersiapkan barang ekspor, dengan diterimanya L/C , ekportir segera mempersiapkan barang yang dipesan importir
  • Mendaftarkan Pemberitahuan Ekspor Brang (PEB), pendaftaran dilakukan ke bank devisa dengan melampirkan keterangan sanggup membayar apabila barang ekspornya terkena pajak ekspor
  • Pemesanan ruang kapal, dilakukan eksportir ke perusahaan pelayanan samudera atau perusahaan penerbangan
  • Pengiriman barang ke pelabuhan
  • Pemerikasaan Bea Cukai, barang akan diperiksa kemudian ditanda tangani persetujuan muat yang ada di PEB.
  • Pemuatan barang ke kapal
  • Surat keterangan asal barang (SKA), dapat diperoleh dari Kanwil
  • Pencairan L/C, apabila barang sudah dikapalkan  eksportir bias mencairkan L/C bank dengan menyerahkan syarat B/L, faktur, packing
  • Pengiriman barang ke importir
7. Metode Pembayaran Ekspor
  • Advance payment
  • Perhitungan di muka
  • Draft collection
  • Consignment
  • Letter of Credit
  • Barter, barter consingasi (not recommended), down payment, tunai
8. Pengelompokkan barang ekspor:
  • Barang yang diatur ekspornya
  • Barang yang diawasi ekspornya
  • Barang yang dilarang ekspornya
  • Barang yang bebas ekspornya
 9. Barang yang diatur ekspornya
  • Kopi
  • Tekstil dan produk tekstil khusus untuk tujuan negara yang menerapkan kuota
  • Lembaran kayu venir dan lembaran kayu lapis (disambungkan maupun tidak) dengan ketebalan tida melebihi 6m
  • Kayu lapis, panil lapisan kayu dan kayu berlapis semacam itu
  • Kayu cendan dalam segala bentuk
10. Barang yang diawasi ekspornya
  • Binatang jenis lembu, hidup (bibit sapi, sapi bukan bibit, kerbau)
  • Ikan dalam keadaan hidup(anak ikan Napoleon Wrasse, ikan Napolein Wrasse, Nener)
  • Inti kelapa sawit
  • Minyak dan Gas bumi
  • Pupuk urea
  • Kulit buaya dalam bentuk wet blue
  • Binatang liar dan tumbuhan alam tidak dilindungi termasuk dalam Appendix II CITIES (Convention on International Trade in Endangered Species)
  • Perak tidak ditempa atau dalam bentuk setengah jadi atau dalam bentuk bubuk, bukan tempa, setengah jadi
  • Emas bukan tempa atau dalam bentuk bubuk
  • Limbah dan skrap fero
  • Lembah dan skrap dari baja stainless
11. Barang yang dilarang ekspornya:
  • Anak ikan arwana
  • Ikan Arwana
  • Benih ikan sidat dibawah ukuran 5 mm
  • Ikan hias air tawar jenis macracantus ukuran 15 cm ke atas
  • Udanng galah di bawah ukuran 8 cm
  • Karet bongkah
  • Kulit mentah, paickeld dan white blue dari binatang melata/reptile
  • Limbah dari skrap fero, ingot hasil peleburan besi atau baja
  • Limbah dari skrap dari timah/baja paduan lainnya
  • Limbah dari skrap baja lainnya
  • Binatang liar dan tumbuhan alam yang dilindungi
  • Barang kuno yang bernilai kebudayaan
12. Barang-barang yang diekspor di Indonesia
  • Hasil pertanian = karet, kopi, kelapa sawit
  • Hasil Hutan = kayu, rotan
  • Hasil Perikanan = ikan tuna, cakalang, udang
  • Hasil Pertambangan =  timah, alumunium, tembaga
  • Hasil Industri = semen, pupuk, tekstil
  • Jasa = TKI
13. Problem Ekspor di Indonesia
  • Masalah pengumpulan dan masalah angkutan darat
  • Masalah pembiayaan rupiah
  • Maslaah sortasi dan up-grading

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RICEBOX

Bisnis makanan merupakan salah satu bisnis yang cukup populer dan berkembang pesat khususnya di Bandung, sebagai kota kreatif dan kuliner. Berdasarkan data yang didapat, produksi makanan tahun 2014 naik sebesar 9% jika dibanding tahun lalu pada periode yang sama. Alih-alih menjadi pengikut persaingan yang sudah ada, Ricebox menciptakan konsep yang baru dengan on-the-go food. (Susiana Wijaya, 2015) Dibawah ini merupakan analisa dari hirarki produk ricebox: 1. Core Benefit,  manfaat yang sebenarnya dibutuhkan oleh konsumen dalam membeli ricebox adalah "enak dan kenyang". 2. Basic Product,  produk dasar dari ricebox untuk memenuhi kebutuhan konsumen adalah satu porsi nasi dengan lauk pauk seperti ayam dan lainnya dengan ukuran porsi yang mengenyangkan. 3. Expected Product,  produk formal yang ditawarkan dan atau diharapkan konsumen dalam membeli ricebox diantaranya porsi yang sesuai dan cukup, nasi dipadukan lauk seperti ayam, ikan dori, udang d...