Langsung ke konten utama

RESUME EKSPOR - Yosafat Abednego - 12215025

RESUME EKSPOR - Yosafat Abednego - 12215025


Definisi  ekspor    

Ekspor adalah proses transportasi barang atau komoditas dari suatu Negara ke Negara lain secara legal, umumnya dlam proses perdagangan. Barang yang dijual ke luar negeri dalam jumlah relatif banyak, atau dapat dikatakan minimal satu container. Ekspor barang secara besar umumnya membutuhkan campur tangan dari bea cukai di Negara pengirim maupun penerima. Untuk komoditas seperti tanaman dan hewan, terdapat campur tangan  balai karantina. Selain itu, untuk komoditas makanan dan obat-obatan membutuhkan peran BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan).

Faktor pendorong terjadinya ekspor   

a.       Komoditas tradisional
b.      Optimasi laba
c.       Penelusuran pasar
d.      Pemanfaatan kelebihan kapasitas barang dalam negeri
e.      Orientasi produksi ekspor
f.        Wisma dagang
g.       Komoditas berdaya saing tinggi

Manfaat ekspor

a.       Memperluas lapangan kerja
b.      Menambah devisa Negara
c.       Memperluas pasar barang dalam negeri

Hal-hal yangperlu diperhatikan dalam ekspor mencakup  identifikasi pasar yang potensial terhadap komoditas yang akan diekspor. Selain itu, diperlukan juga penyesuaian kebutuhan pasar yang dapat dilakukan dengan analisis SWOT (strength, weakness, opportunity, thread) dari komoditas yang akan diekspor.

Dokumen yang harus disiapkan dalam ekspor

a.       Kontrak penjualan
b.      Faktur perdagangan
c.       Letter of credit
d.      Bill of leading
e.      Polis asuransi

Prosedur ekspor meliputi korespondensi, kemudian pembuatan kontrak dagang, penerbitan letter of credit. Setelah beberapa hal tersebut, maka perlu dilakukan  persiapan barang ekspor, pengiriman barang ke pelabuhan, pemeriksaan bea cukai, pemuatan barang ke kapal. Dalam prosesnya juga diperlukan surat keterangan asal barang yang akan diekspor. 

 Metode pembiayaan ekspor

a.       Pembayaran di muka
b.      Perhitungan di muka (open account)
c.       Draft collection
d.      Konsinyasi (consignment)
e.      Letter of credit (LC, L/C)
f.        Barter 

Terdapat beberapa kriteria barang ekspor yang meliputi barang diatur, barang diawasi, dan barang dilarang ekspor.
a.    Barang diatur: kopi, tekstil, kayu venir, lembaran kayu lapis, kayu cendana, panil lapisan kayu.
b.   Barang diawasi: binatang lembu, ikan hidup, inti kelapa sawit, minyak dan gas bumi, pupuk urea, kulit buaya wet blue, binatang liar, perak dan emas yang tidak ditempa.
c.    Barang dilarang ekspor: anak ikan arwana, ikan arwana, karet bingkah, kulit mentah, benih ikan sidat, udang galah, limbah dan skrap timah, limbah dan skrap baja, barang kuno bernilai kebudayaan, binatang dan tumbuhan yang dilindungi.

Ekspor di Indonesia meliputi beberapa bidang ekspor seperti hasil pertanian, perhutanan, perikanan (ikan tuna, cakalang), pertambangan (timah), industri (semen, pupuk, tekstil), dan jasa berupa tenaga kerja Indonesia (TKI). Pengiriman TKI mendominasi hasil keuntungan ekspor. 

Pemasalahan dan peluang pasar

Saat ini terdapat permasalahan yang menghambat ekspor Indonesia seperti masalah pengumpulan barang ekspor, sortasi, dan pembiayaan rupiah. Namun demikian peluang pasar ekspor Indonesia cukup baik, yaitu kepada Amerika Serikat, Belgia, Denmark, Italia, Hungaria, dan masih banyak lagi. Peluang pasar tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal untuk menghasilkan devisa Negara sebesar mungkin.

------------------------

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RICEBOX

Bisnis makanan merupakan salah satu bisnis yang cukup populer dan berkembang pesat khususnya di Bandung, sebagai kota kreatif dan kuliner. Berdasarkan data yang didapat, produksi makanan tahun 2014 naik sebesar 9% jika dibanding tahun lalu pada periode yang sama. Alih-alih menjadi pengikut persaingan yang sudah ada, Ricebox menciptakan konsep yang baru dengan on-the-go food. (Susiana Wijaya, 2015) Dibawah ini merupakan analisa dari hirarki produk ricebox: 1. Core Benefit,  manfaat yang sebenarnya dibutuhkan oleh konsumen dalam membeli ricebox adalah "enak dan kenyang". 2. Basic Product,  produk dasar dari ricebox untuk memenuhi kebutuhan konsumen adalah satu porsi nasi dengan lauk pauk seperti ayam dan lainnya dengan ukuran porsi yang mengenyangkan. 3. Expected Product,  produk formal yang ditawarkan dan atau diharapkan konsumen dalam membeli ricebox diantaranya porsi yang sesuai dan cukup, nasi dipadukan lauk seperti ayam, ikan dori, udang d...